resume studi sejarah islam sunda

1

AGAMA ISLAM DAN BUDAYA SUNDA

Suatu kebudayaan lahir tidak dalam waktu yang singkat, dan dapat terjadi dalam kurun waktu yang sangat panjang, hal ini dikarenakan perlunya kesepakatan antar masyarakat untuk menjadikan hal tersebut suatu acuan dalam penyelesaian suatu masalah tertentu. Yang ketika ada budaya baru yang masuk pada kebudayaan tersebut yang dalam hal ini kebudayaan sunda maka budaya tersebut akan diseleksi apakah sesuai dengan jati diri kebudayaan sunda atau tidak. Jika sesuai maka akan diterima dengan mudah meskipun memiliki waktu tertentu agar dapat diterima namun jika tidak sesuai dengan kepribadian dari kebudayaan sunda maka akan ditolak, meskipun kebudayaan yang baru tesebut tidak sesuai dengan kebudayaan sunda tetapi dalam jangka waktu yang sangat lama kebudayaan tersebut akan berbaur dengan kebudayaan sunda yang asli.

Masuknya islam kedalam tataran sunda tidaklah diperoleh melalui jalur Baca pos ini lebih lanjut

sirah

  1. Umat dan Hijrah

Sejarah dakwah dalam islam mengalami dua periode penting, yaitu periode mekah dan madinah, selama 13 tahun dakwah islam bermula di mekah di bawah tekanan permusuhan dan terror fisik dari kaum kafir mekah. Dalam masa yang serba sulit itu rasulallah mempersiapkan pribadi-pribadi muslim generasi awal. Rasulullah berjuang siang dan malam untuk memurnikan akidah tauhid sebagai dasar pembentukan pribadi muslim dan masyarakat.

Setelah proklamasi Madinah pasca hijrah, Rasulullah menata masyarakat barunyâ dengan dakwah yang bersifat terbuka. Beliau meneruskan dakwah yang sudah dimulainya sejak di Mekkah berlandaskan akidah dan pola dasar syariah Islamiyah sebagai jiwa kehidupan dan penghidupan masyarakat Islam.Tentang hijrah Rasulullah lima belas abad yang silam, disimpulkan oleh Dr. Muhammad al Fahham, mantan Syaikhul Al-Azhar Cairo sebagai berikut, Hijrah itu bukanlah melarikan diri dari medan juang. Bukan pula semata-mata pindah dari satu Baca pos ini lebih lanjut

ilmu bantu sejarah

  1. Karakter Ilmu Pengetahuan

Sederhana ilmu sendiri memiliki berbagai karakteristik, baik itu ilmu social, ilmu alam, maupun ilmu ekonomi. Yang secara umum dapat dibagi menjadi tiga, diantaranya adalah

  1. Ontologi yaitu suatu kajian yang membahas mengenai objek apa yang akan kita bahas, baik itu secara fisik maupun non fisik
  2. Epistimologi yaitu mengenai fungsi dan kegunaan dari ilmu yang akan kita bahas tersebut, baik berguna secara umum maupun secara khusus
  3. Aksiologi yaitu suatu kajian yang berusaha untuk mengetahui bagaimana cara untuk memperoleh ilmu tersebut, baik melalui kajian perpustakaan, teknik lapangan maupun melalui penelitian laboratorium Baca pos ini lebih lanjut

mu’tazilah dan qadariyah

  1. Al-Manjilah Baina Al-Manjilatayn

Bahwasanya keimanan itu bertingkat-tingkat, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan, sebagaimana firman Allah :

“Dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya Kepada mereka, maka bertambahlah keimanan mereka”. ( Al-Anfal : 2 ).

  1. Dan juga firman-Nya : “Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?’ Adapun Sejarah Berdirinya Aliran Mu’tazilah

Mu’tazilah lahir sekitar awal abad ke 2 H di akhir-akhir kekuasaan Bani Umayyah di kota Bashrah di bawah pimpinan Waashil bin Atho’ Al Ghozaal. Kemudian berkembang dari kota Bashrah yang merupakan tempat tinggalnya Al Hasan Al Bashry, lalu menyebar ke kota Kufah dan Baghdad, akan tetapi pada masa ini Baca pos ini lebih lanjut

ibnu bajjah

A. profil

Abu Bakar Muhammad Ibn Yahya Al-Sha’igh, yang dikenal sebagai Ibn Bajjah atau Avempace (meninggal tahun 533 H/ 1138 M, berasal dari keluarga al-Tujib, karenanya ia juga dikenal sebagai al-Tujibi. Ibnu Bajah lahir di Saragossa menjelang akhir abad ke-5 H/11 M, dan besar di sana. Ibnu Bajjah adalah filosof muslim yang pertama dan utama dalam sejarah kefilsafatan di Andalusia.
Para ahli sejarah sama memandangnya sebagai orang yang berpengetahuan luas dan mahir dalam berbagai ilmu. Fath Ibn Khaqan, yang telah menuduh Ibn Bajjah sebagai ahli bid’ah dan mengencamnya dengan pedas dalam karyanya Qala’id al ‘Iqyan, pun mengakui keluasan pengetahuannya dan tidak meragukan kepandaiannya. Karena menguasai sastra, tatabahasa dan filsafat kuno, oleh tokoh-tokoh sezamannya dia telah disejajarkan dengan al-Syaikh al-Rais ibn Sina.
Karena terkenalnya dia dalam penguasaan berbagai ilmu pengetahuan, Abu Bakar Sahrawi, Gubernur Saragossa, mengangkatnya sebagai pejabat tinggi Baca pos ini lebih lanjut

larangan korupsi dan kolusi

Dalam sebuah hadits dari kitab BM no 1412 nabi mengatakan bahwa
عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما قال
(والترمذي وصحّحه رواه أبو داود)لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِيْ وَالْمُرْتَشِيْ
Yang artinya : “Abu Hurairah r.a berkata Rasulallah SAW melaknat penyuap dan yang diberi suap dalam urusan hukum” (HR. Ahmad dan Imam yang lima dan dihasankan oleh Turmudzi dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban )
Kata suap yang dalam bahasa Arab disebut “Rishwah” atau “Rasyi”, secara bahasa bermakna “memasang tali, ngemong, mengambil hati”
Kata menyuap secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu pemberian dalam hal materi kepada seseorang untuk memperoleh sesuatu hal yang diinginkannnya, apabila dalam konteks hukum maka dia menginginkan agar Baca pos ini lebih lanjut